BlackBerry "Lepas" BBM ke Android dan iPhone: http://tekno.kompas.com/read/2013/05/14/22070857/BlackBerry.Lepas.BBM.ke.Android.dan.iPhone.
Serunya Duniaku
Sebuah jurnal pribadi, catatan tentang pemikiran yang berkecamuk dalam menanggapi fenomena sosial masyarakat di sekitarnya
Kamis, 16 Mei 2013
Jumat, 10 Mei 2013
Liburan Hemat Pangandaran dan Karang Nini (part 1)
Pangandaran adalah sebuah kecamatan di kabupaten Ciamis. Tahun 2013 ini Pangandaran telah secara resmi dimekarkan dari Ciamis, alias membentuk kabupaten baru yang bernama Kabupaten Pangandaran. Namun bukan itu yg pengen gua share disini. Hari Minggu kemaren, tepatnya tgl 5 Mei 2013, setelah sekian lama tidak berlibur kesana gua memutuskan untuk liburan ke Pangandaran. Sengaja gua pilih hari Minggu karena gua pengen bener2 nikmati suasana pantai tanpa ada banyak kerumunan orang. Akhirnya berangkatlah gua sama 3 sahabat gua pake mobil kia carens 2. Kita berangkat dari Bandung pukul 9.00. Ada sedikif kemacetan di daerah Rancaekek akibat dari adanya pasar tumpah di depan PT. Kahatex. Oiya, gua isi bensin full tank di daerah Limbangan, keluar dana 200rb. Segini cukup untuk pp bdg-pangandaran-bdg.
Sekitar jam 12, kita break skalian shalat dzuhur di daerah Gentong, tepatnya di SPBU Gentong, sekitar 200m dari r9umah makan Gentong arah Tasikmalaya. Tempatnya enak bwt rehat, ada banyak toilet, mesjid, dan kantin. Abis itu kita lanjut perjalanan, sampai di kota Banjar pukul 14. Kita break lagi bwt lunch skalian bwt ngcharge bb n tablet di RM. Betti. Ada banyak variasi menu yang disediakan, dan kita memutuskan untuk memesan sebakul nasi, gurame bakar 4ons, 4 tempe goreng, dan 4 gelas besar teh manis dingin. Tempatnya asik banget, recommended lah, menu segitu 'cuma' 100rb aja, cukup untuk 4 orang. Rasa guramenya lazissss banget, dan yang paling mantap adalah sambalnya... beuhhh ajipp!!
Perut kenyang, bb n tablet udh pd isi batre, kita pun lanjut perjalanan. Akhirnya jam 16.20 kita nyampe di gerbang masuk pangandaran, disini kita wajib bayar tiket masuk. Untuk mobil beserrta 4 org penumpang dikenai tarif 30rb. Nego2 dpt harga murah, 20rb kita bisa masuk. Lumayan lah 10rb bisa masuk saku. Petugas yg jaga juga nawarin penginapan bwt kita, dia nawarin penginapan seharga 300rb, karena kita pengen cepet2 ke pantai kita iyain aja biar cepet. Kita langsung liat penginapannya, dan ternyata fasilitasnya lumayan juga. Dengan 300rb semalam kita bisa dpt penginapan atau bungalow tepatnya dengan fasilitas 2 kamar, masing2 kamar double bed dan ada ac nya, TV kabel, dispenser, kamar mandi, ruang tamu. Dan ini yg bikin gua seneng, lokasinya deket banget ke pantai, cuma berjarak 40m. Asoy banget kan? Yo wiss kita deal ambil yg itu, lumayan lah daripada harus nyari lagi, ntar ga keburu momen sunset lagi.. klo niat nyari lagi, mungkin bisa dpg harga yg lebih murah lagi. Oiya nama penginapannya Hikmat Jaya, di pantai barat pangandaran.
Jam dinding menunjukkan waktu pukul 17, and its sunset time....!! Kita pun langsung pake kostum pantai, dan langsunb menuju pantai barat. Suasana pantai sangat tenang dan sangat sedikit pengunjung. So, kita bisa nikmatin suasana sunset tanpa ada kehadiran banyak orang, selain itu kita juga bisa nyaksiin para nelayan yang sedang menarik jala dari laut. Bahkan kita pun bisa ikut narik jala, kali aja pengen nyoba jadi nelayan. Temen gua pada ikut narik jala, mungkin penasaran. Perlahan matahari pun mulai tenggelam ke peraduan. Suasana yang selalu gua suka. Hening, tanpa ada hilir mudik orang2, suasananya dapet banget dah. Azan Maghrib pun berkumandang tandanya kita harus segera kembali ke penginapan.
Setelah bersih2 dan shalat maghrib, its time for dinner... ! Kita mutusin buat makan seafood di pantai timur, karena disini harganya lebih murah dibanding pantai barat. Berhubung blom pada ambil duit, kita ambil duit dulu di atm di sekitar pantai. Disini hanya ada atm BNI dan BRI, sementara di luar gerbang tersedia atm Mandiri dan BJB. Duit udh tersedia, saatnya makaaaaannnn.... kita pesen sebakul nasi, udang asam manis 3 ons, ikan bawal putih bakar 5 ons, seporsi besar cah kangkung, dan 4 gelas teh manis hangat. Menu segini cuma 100rb aja, cukup kenyang untuk 4-orang. Rasanya mantapppp banget, karena ikan dan udangnya fresh dari laut, so rasanya lebih mantap. Makan kelar, saatnya istirahat, dan itu artinya cerita nya pun bakal dilanjutin ke part 2, hehehehe..
Bersambung...
Minggu, 27 Desember 2009
Buah Sirsak, Pembunuh Kanker
Tapi kenapa kita tidak tahu?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.
Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak. Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi), effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.
Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?
Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset t id ak tega melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan t id ak dipublikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola t id ak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.
Jembatan Terunik di Dunia
Kamis, 24 Desember 2009
tahun baru semangat baru?? harus..!!
Layaklah tahun 2009 dinamakan sebagai tahun drama. Mengapa? Karena memang ada begitu banyak efek-efek dramatis yang terjadi di tahun ini layaknya panggung akting kolosal yang pemainnya terdiri dari begitu banyak pemain yang terangkum dalam suatu drama kehidupan. Ada drama yang mengharu biru, ada drama yang menjengkelkan, ada drama yang membahagiakan, ada drama yang membuat geli, ada pula drama yang penuh kepura-puraan. Namun satu hal yang pasti, drama-drama tersebut endingnya belum bisa diketahui walaupun tahun drama tersebut tinggal seminggu lagi. Apakah endingnya sad ending? Atau happy ending?? Tak ada yang tahu, karena yang tahu masa depan, bukanlah mama loreng ataupun ki joko bego, tapi hanya Dia Yang Maha Tahu yang mengetahui ending dari drama kehidupan di bumi pertiwi ini.
Diantara sekian banyak adegan-adegan dalam drama Indonesia edisi 2009 ini, ada beberapa episode yang menempati box office mass media, karena memang saking seringnya nongkrong di pemberitaan mass media.
Ada kasus Prita yang begitu menguras air mata rakyat ini karena ketidakadilan yang dideritanya atas gugatan sebuah korporasi kesehatan. Undang-undang yang digunakan untuk menjerat Prita adalah UU ITE, yang memasung kebebasan berpendapat di media elektronik. Dukungan pun berbondong-bondong datang dari berbagai kalangan yang menolak digunakannya pasal dalam UU ITE tsb, karena memang pasal tsb adalah pasal karet. Sementara ketika ada Luna Maya yang menceritakan curhatannya tentang kelakuan awak infotainment thd privasinya lewat social networking Twitter, para wartawan justru scr berbondong-bondong pula menggugat Luna Maya atas tulisannya di Twitter dengan pasal berlapis salah satunya adalah pasal UU ITE tsb. Ini adalah salah satu adegan konyol yang diperlihatkan sebagian orang di negeri ini. Koq di satu sisi mereka menolak UU ITE, tapi di sisi lain mereka menggunakan pula untuk menggugat orang. Ini kan aneh..! orang sunda bilang hal yang seperti itu sbg sesuatu yang ‘dipoyok dilebok’. Di satu sisi mereka menolak, tapi di sisi lain mereka pun menggunakannya. Suatu hal yang ironis.
Episode berikutnya yaitu Depkominfo yang saat ini tengah menggodok Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang penyadapan. Padahal esensi dari dibuatnya PP tsb adalah untuk membatasi ruang gerak KPK dalam melakukan penyadapan koruptor. Nah yang menjadi menarik adalah, KPK adalah suatu lembaga negara independen yang TIDAK bisa diatur oleh peraturan sekelas PP, kalo mau mengatur ya.. harus melalui suatu proses legislasi di DPR sehingga menghasilkan UU yang mengatur tentang penyadapan. Jadinya kan aneh,, PP itu tingkatannya dibawah UU, dan KPK itu hanya bisa diatur dengan UU,, jadi tujuan dibuatnya PP untuk apa dong?? Padahal dengan adanya penyadapan oleh KPK kita menjadi tahu bagaimana bobroknya wajah peradilan di negeri ini. Jika tidak ada rekaman KPK, kita tidak akan tahu ada orang orang seperti Anggodo, Urip, Artalyta, yang bisa memainkan hukum dengan tangannya sendiri. Ketika KPK menyadap kabareskrim, banyak bihak2 yang dengan angkuhnya mempertanyakan kewenangan KPK dalam penyadapan tsb. Anggodo pun mempertanyakan pertanyaan yang sama, apa kewenangan KPK terhadap penyadapan dirinya. Padahal disini jelas, KPK tengah mengusut kasus dugaan korupsi Masaro. Jadi KPK sangat berwenang sekali. Tapi, ketika rekaman HP Nasrudin diputar di pengadilan, tidak banyak yang mempertanyakan kewenangan nasrudin menyuruh rani juliani untuk menyadap pembicaraan antasari dan rani tersebut. Apa kewenangan nasrudin disana? Padahal jelas disana, Nasrudin berupaya untuk menjebak antasari dengan menyuruh Rani supaya tetap menghidupkan handphonenya ketika pembicaraan rani dan anasari berlangsung. Nah, apakah ada yang mempertanyakan mengapa nasrudin bisa dengan bebasnya menyadap ketua KPK?? Jawabannya tidak ada.
Episode yang lainnya yaitu rekomendasi dari Pansus Century di DPR yang menghasilkan imbauan kpd Presiden supaya menonaktifkan wapres Boediono dan menkeu sri mulyani. Nah yang aneh, di dalam konstitusi kita tidak dikenal adanya istilah penonaktifan wapres dan menkeu jika tidak ada dakwaan dari pengadilan. Seperti kita ketahui bersama, posisi wapres dan menkeu sekarang ini baru sekedar ‘dicurigai’, belum pada tahap sbg ‘terdakwa’, jadi, himbauan tsb ya tiada guna. Apakah para anggota dewan yang terhormat tersebut tidak membaca UU terlebih dahulu sebelum menelurkan sebuah himbauan? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Hanya dari sini kita bisa membaca scr sekilas sejauh mana kemampuan para legislator tsb dlm memahami suatu produk hukum. Berkualitaskah? Anda sendiri mungkin sudah bisa menjawabnya.
Episode yang sangat menarik adalah episode ‘kriminalisasi terhadap KPK’, wah... episode ini begitu panjang dan begitu menarik ceritanya. Sampai – sampai melibatkan dunia reptil dalam episode tersebut. Ada sang cicak, dan ada pula sang buaya. Kepolisian yang pada 7 bulan yg lalu mendapatkan pujian yang begitu derasnya karena telah berhasil menangkap gembong teroris Nurdin M Top, harus menelan pil pahit yang sangat banyak ketika keborokannya terungkap di meja MK lewat pemutaran rekaman Anggodo. Pil pahit berkali kali menimpa polisi ketika diawali oleh ocehan Susno lewat perkataan yang sangat fenomenal, ‘cicak – buaya’, berlanjut dengan penahanan Bibit – chandra yang menuai berbagai kecaman dari berbagai kalangan, hingga pemecatan mmm... maaf .. penonaktifan susno duaji sebagai kabareskrim. Drama semakin seru ketika kepolisian membantah bahwa penonaktifan tsb akibat kasus century, polri berkilah itu sebagai sebuah proses rutin pergantian perwira polri. Padahal secara tersirat bisa dilihat, penonaktifan tsb sbg salah satu upaya polri dalam menyelamatkan harga diri institusi tsb. ( ada sedikit pesan untuk Pak Susno, lain kali kalo mau telfon2an dgn anggodo jgan pake ‘duaji’, pakenya yang ‘triji’, jadi nggak kesadap sama KPK ).
Drama yang sangat menguras air mata adalah ketika seorang Minah dan seorang Manisah yang dihukum penjara akibat perbuatan yang dilakukan mereka yang disebut oleh pengadilan sebagai suatu pencurian. Akibat perbuatannya itu, mereka mesti menerima vonis penjara. Tapi ketika ada Eddy Tansil yang telah buron merampok uang negara sebesar 1,3 trilyun apakah ada upaya untuk menangkapnya? Atau ketika Century menerima ‘bantuan talangan’ 6,7 trilyun apakah pengadilan atau para penegak hukum berani mengatakan itu sebagai sebuah pencurian?? Kita tunggu bersama, bagaimana ending dari drama yang jomplang ini, ketika hukum hanya berani menyeret yang lemah tapi tidak bagi yang kuat, tidak bagi mereka yang dekat dengan kekuasaan, dan tidak bagi mereka yang memegang tampuk kekuasaan.
22 desember ini adalah banyak orang mengatakannya sebagai hari ibu. Sudah sepantasnya lah kita menghormati beliau dan menempatkannya dalam posisi yang terhormat dalam hidup kita. Sudah sepantasnya pula kita berbakti dan mengabdikan hidup kita untuk beliau (i luv u mom). Begitu pun dengan ibu pertiwi. Sudah sepantasnya lah kita mendarmabaktikan hidup kita untuk kemajuan ibu pertiwi, supaya ibu pertiwi tidak selalu dirundung duka lara, supaya senyum bisa terkembang di wajahnya yang elok yang saat ini tengah bopeng akibat kelakuan tikus tikus tak bernurani yang tak mengenal rasa kemanusiaan. Yang ingin saya ingatkan adalah, 22 desember merupakan momentum tepat 2 bulan SBY memimpin negeri ini dalam paruh kedua pemerintahannya. Sulit untuk tidak mengatakan bahwa dua bulan terakhir ini Indonesa hanya dipenuhi oleh kegaduhan dan intrik politik. Tidak ada optimisme yang telihat dalam dua bulan pemerintahan yang telah dilalui. Dalam kondisi yang seperti ini, mungkin terkadang SBY merindukan sosok JK yang jika dalam kondisi yang seperti sekarang JK akan tampil mengangkat wibawa pemerintah. Tidak begitu dengan Boediono yang terlihat pasif. Ketika rencana menaikkan BBM bergulis pada era pemerintahan yang lalu, JK lah yang berani mengundang pihak oposan dan para wartawan ke istananya untuk berdebat keras mengenai alasan kenaikan BBM hingga ada dialog yang positif sehingga perbedaan pemikiran bisa diluruskan. Berbeda dengan kondisi sekarang yang setiap permasalahan malah dibiarkan menggelinding menjadi bola panas yang menggelinding secara liar tak tekendali. Ada begitu banyak isu, ada begitu banyak spekulasi yang berkembang karena ketidak siapan pemerintah dalam mengadakan dialog terbuka. Ketika semuanya dibiarkan tidak terkendali bukankah malah menimbulkan keresahan di masyarakat yang pada akhirnya akan menimbulkan chaos di suatu hari nanti??
Dua bulan masa pemerintahan sudah sepantasnya lah pemerintah memberikan beberapa kemajuan2, bukannya memberikan kekisruhan politik dan intrik2 politik. Tanpa disurvei sekali pun, popularitas SBY saat ini pasti turun. Dua bulan ini pernafasan rakyat hanya dipenuhi oleh udara kotor yang berasal dari keributan politik. Seminggu lagi kita menghadapi udara baru 2010 sudah seharusnya kita tersadarkan untuk membalik semua keadaan yang terjadi sekarang ini menjadi keadaan yang lebih baik. Kita melangkah menuju hari esok yang lebih baik dengan tetap sesekali melihat ke belakang agar masa yang telah lalu dijadikan bahan pelajaran untuk perbaikan di masa datang. Kita tidak ingin kejadian ditimpuknya Berlusconi oleh seorang warganya yang mengakibatkan dua giginya patah terjadi disini. Kita tidak megharapkan pemimpin seperti Berusconi yang lebih mementingkan operasi pelastik dan penyambungan rambut agar tetap terlihat segar di depan rakyatnya ketimbang terlihat lelah akibat kelelahan mengurus rakyatnya. Kita tidak menginginkan pemimpin yang hanya bisa menjual pesona ragawi semata. Kita menginginkan pahlawan nasional yang bisa menjadi pemimpin dunia, bukannya pemimpin dunia yang dijadikan pahlawan nasioanal, bahkan hingga dibuatkan patungnya di salah satu taman di jakarta sana.
Tahun baru.. harapan baru.. dan semangat baru.., tapi tidak sampai harus ada presiden baru bukan??
Selamat tahun baru 2010..
Jumat, 18 Desember 2009
Sedikit Tentang Kekuasaan
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menyadari kesalahan masa lalu. Kita pernah mendapati kejadian bagaimana tragisnya akhir pemerintahan Soekarno yang mesti mengalami pengasingan oleh bangsanya sendiri akibat soekarno mulai lupa diri dan terjebak dalam tingkah politik yang dibuatnya, sehingga beliau mesti menghadapi kudeta bawahannya sendiri, Soeharto. Kita pun pernah mendapati bagaimana tragisnya kejadian lengsernya soeharto yang dilengserkan oleh rakyatnya sendiri akibat kebijakan pemerintah yang tidak bijak. Lalu apakah kita akan lagi mengalami hal yang sama? Satu hal yang pasti, kejatuhan suatu rezim terjadi ketika ketidakadilan hukum terjadi dan mafia peradilan bergentayangan membayangi wajah peradilan di suatu negeri.
Ketika Prita mesti membayar denda 204 juta terhadap suatu korporasi kesehatan karena dia menginginkan haknya sbg seorang pasien, ketika ibu minah mesti di vonis 1,5 bulan penjara akibat 3 buah kakao yang diambilnya dari korporasi perkebunan dan buah itu pun telah dikembalikan kpd mandor perkebunan tsb, ketika Manisah terjerat hukuman penjara akibat perbuatannya memunguti kapuk yang telah jatuh dari sebuah perkebunan kapuk, ketika seorang supir Badan Narkotika Nasional yang memiliki sebutir ekstasi harus dipenjara selama 2 tahun penjara sementara seorang jaksa yang ketahuan memiliki 300 butir ekstasi hanya dihukum 1,5 tahun penjara dipotong masa tahanan, ketika edy Tansil yang telah mengambil 1,3 trilyun uang negara dalam skandal perbankan masih bebas berkeliaran buron hingga 13 tahun, ketika anak jalanan, pengemis, orang miskin dan rakyat jelata ditambah lagi dari kalangan menengah bersatu padu mendukung Prita mengumpulkan uang receh untuk menyindir pelecehan keadilan hukum yang tengah terjadi di negeri ini. Ketika pelecehan disindir dengan perecehan. ketika polisi salah tangkap seorang sejarawan UI yang dianggap pencopet dan langsung memukulnya tanpa ampun. Ketika yang lain, ketika, yang lain, dan ketika ketidakadilan yang lain masih terjadi di negeri ini, akankah rezim bisa bertahan lama? Bahkan kasus Prita ini sampai-sampai mencuat ke kancah internasional. Tidak kurang dari salah satu media asing, International Herald Tribune, memberitakan kasus Prita secara mencolok di halaman SATU. Bukankah itu merupakan suatu pukulan telak untuk negara ini?? Ketika ketidakadilan dipertontonkan di muka internasional. Tidakkah para penegak hukum di negeri ini memiliki rasa malu?
Ada makna khusus ketika hari antikorupsi sedunia didekatkan dengan hari HAM sedunia yang hanya terpaut satu hari. Maknanya adalah bahwa korupsi erat kaitannya dengan pelanggaran HAM banyak orang. Bahwa dengan korupsi, setengah dari total negeri ini tidak bisa menikmati indahnya pendidikan, tidak bisa menikmati kesejahteraan hidup sehingga banyak orang d negeri ini yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun beruntunglah negeri ini masih dianugrahi penduduk yang memiliki empati yang sangat tinggi, ketika orang-orang seperti Minah, Manisah, dan Prita ditindas oleh yang tak kasat mata di negeri ini, masih banyak rakyat yang peduli dengan nasib mereka. Empati berakar dari kata emphateia yang berarti “turut merasakan”. Awalnya digunakan para teoritikus estetika untuk kemampuan memaham pengalaman subyektif orang lain. Namun sayangnya rasa empati hanya dimiliki oleh rakyt jelata, tidak dimiliki oleh para petinggi di negeri ini. Adanya empati keadilan bisa tercapai. Keadilan sesungguhnya adalah salah satu di antara sekian banyak atribut Tuhan yang sangat indah. Manusialah yang diberi amanat untuk menjaganya. Ketika amanat tidak dijalankan, masihkan Tuhan mempercayai makhlukNya?
Hukum pada mulanya bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial dan mencegah kezaliman suatu bangsa atas bangsa lain, atau atas seseorang atas orang lain. Namun ketika hukum hanya berlaku bagi mereka yang lemah dan tidak berlaku bagi mereka yang kuat, akankah tercipta suatu keadilan yang berkemanusiaan? Ada suatu ketimpangan sosial dari negeri ini karena ketidakberpihakan pemerintah kepada mereka yang lemah.
Suatu hari, Konfusius mendapati seorang perempuan tengah meratap di makam putranya. Sebelum itu, ayah mertuanya tewas, disusul dengan suaminya. Semua tewas dengan cara yang sama. Diterkam harimau. Sang Konfusius bertanya mengapa ia masih mau tinggal di tempat itu. Perempuan itu menjawab, “Di sini tidak ada pemerintah yang menindas”. Sebagian pembaca notes saya mungkin bisa menarik kesimpulan dari cerita tersebut,.
Kembali ke cerita awal pada notes ini, Berlusconi tinggal menunggu kehancurannya, Thaksin sudah lebih dulu dilengserkan, lalu kini apa yang terjadi dengan negeri ini. Tampaknya SBY pun merasakan hal yang sama, dengan perkataannya di sejumlah media massa mengena kekhawatirannya terhadap demo hari antikorupsi yang disinyalir digunakan untuk menggulingkan kekuasaannya yang sah. SBY memang sering berkeluh kesah terhadap rakyat yang belum terbukti kekhawatirannya. Demo hari anti korupsi telah usai digelar, dan apakah kekhawatirannya terbukti? Ternyata adem adem aja tuh.. bukan hanya sekali ini saja sang presiden berkeluh kesah terhadap rakyatnya, ketika bom meledak di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton pada pertengahan Juli 2009, SBY mengatakan “Saya dijadikan sasaran tembak; ini data intelijen; lihat ini fotonya; ini fakta, bukan gosip”. Padahal kemudian terbukti foto itu adalah foto ketika menjelang Pemilu presiden 2004 kelompok teroris menjadikan para kandidat presiden dan wapres (bukan hanya SBY) sebagai sasaran tembak. Sering kali beliau berkeluh kesah kepada rakyatnya, tapi rakyat dengan sabar tidak berkeluh kesah kepada beliau walaupun kehidupan rakyat semakin sulit. Seorang pemimpin bangsa sepatutnya memberikan rasa aman kepada rakyatnya dan bukan membuat rakyat gundah dan ketakutan. Pantaskah jika untuk menghadapi demonstrasi damai 9 Desember 09 pasukan marinir siaga 1 dan digelar di sekitar gedung KPK, Bundaran HI, Monas, dan Istana?
Teringat benak ini dengan pesan Soe Hok Gie 36 tahun yang lalu yang kiranya masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Hari ini aku lihat kembali wajah-wajah halus yang keras... Dan bercita-cita, menggulingkan tiran; Aku mengenali mereka; Yang tanpa tentara; Mau berperang melawan diktator... Dan yang tanpa uang, mau memberantas korupsi; Kawan-kawan; Kuberikan padamu cintaku; Dan maukah kau berjabat tangan... Selalu dalam hidup ini? (Soe Hok Gie, “Pesan”, Sinar Harapan, 18 Agustus 1973). Yang patut diingat oleh SBY, gerakan-gerakan antikorupsi yang selama ini sering didengungkan oleh para aktivis tidak selamanya bertujuan menjatuhkan pemerintahan, melainkan adalah gerakan agar pemerintah berjalan di rel yang benar. Jadi, kalau memang benar benar merasa tidak terlibat dengan skandal Century, dan bersih dari segala tindak tanduk konspirasi kekuasaan, mengapa harus takut digulingkan dari kekuasaan??
Ketika diam tak menjawab persoalan
Jikalau kita berbicara mengenai etika politik, kita bisa mencontoh M. Natsir. Ia bisa berdebat sengit dengan Ketua PKI DN Aidit di dalam sidang tapi setelah sidang usai ia bisa berbincang ringan sambil minum secangkir kopi tanpa ada permusuhan.
ketegasan seorang Soekarno pernah diuji ketika pada thn 59, Indonesia mengalami kekisruhan politik yang luar biasa yang membuatnya harus mengeluarkan Dekrit Presiden untuk mengatasi kekalutan politik pada saat itu. Berbeda dengan kondisi sekarang yang jika dilihat secara sepintas, SBY seolah-olah tidak mau terlibat dalam perseturuan KPK-Polri. Padahal jika dia mampu untuk tegas, bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk mengambil tindakan tegas dengan melakukan sedikit campur tangan terhadap permasalah ke dua institusi penegak hukum tsb, karena posisi SBY bukan hanya sbg kepala pemerintahan semata, tapi juga sbg kepala negara yang tentunya memiliki kekuasaan tertinggi sbg penyelamat negeri ini jika negara berada pada keadaan amburadul spt sekarang ini.
Institusi Polri mestinya berbangga hati (dan menontohnya) karena pernah memiliki Kapolri sekaliber Jendera Hoegeng. Hoegeng adalah tipe polisi sejati yang mungkin belum kita temukan kembal pada polisi2 di saat ini. Ketika dia hendak memasukkan anaknya ke perguruan tinggi, dia menolak untuk menuliskan namanya dalam lembaran orang tua calon karena tidak ingin proses penerimaan anaknya menjadi diperlancar dikarenakan melihat latar belakang orangtua anaknya yang merupakan seorang kapolri.
bangsa ini juga mestinya berbangga hati karena pernah memiliki seorang Hatta yang memiliki konsep ekonomi kerakyatan dalam bentuk ekonomi koperasi, yang sayangnya konsep tersebut tidak diteruskan oleh kita. Malah diteruskan oleh seorang M. Yunus, seorang penerima nobel perdamaian dari Bangladesh, karena telah membangkitkan ekonomi rakyat Bangladesh melalui Grameen Bank miliknya (tanpa bantuan pemerintah) sehingga dianggap telah mengangkat perekonomian rakyat miskin yang berimplikasi pada perdamaian di Bangladesh.
Sekilas mata ini tertuju pada koran yang tergeletak di samping laptop, dan isinya pun tak jauh berbeda dgn berita-berita sebelumnya yang tentunya masih menyesakkan dada kita karena kemuakan yang luar biasa akibat penegakan hukum yang semrawut dan tiada berkeadilan. Teringat pula benak ini dengan apa yang pernah diucapkan oleh seorang M. Husni Thamrin 70 tahun silam yang kiranya masih sangat relevan dengan kondisi negara kita saat ini, "satu hal yang dapat dipastikan bahwa rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit dicari. Kepercayaan terhadap keputusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting, tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, maka pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum". Ketika kepercayaan publik ternodai oleh mafia-mafia peradilan, akan sult untuk mengharapkan terciptanya suatu kedaulatan hukum yang bebas dari tekanan penguasa.
MAlam beranjak naik tanpa kehadiran bulan yang menerangi gulita, tak pelak kondisi ini tak jauh berbeda dengan negara ini yang membutuhkan seorang penerang hukum. Karena para pngadil di negeri ini hanya menjalankan fungsinya dengan cara membaca secara tekstual UU yang ada, tanpa melibatkan hati dan kemanusiaannya sbg manusia. Maka tak aneh jika seorang Minah bisa terjerat vonis walaupun hanya mencuri tiga buah kakao, tak aneh pula seorang Aguswandi bisa terjerat hukuman maksimal tujuh thn penjara hanya karena memakai listrik untuk mencharge hp tanpa sepengetahuan pemilik. Tak aneh pula jika seorang yang terkena kasus Century hanya dihukum 4,5 thn penjara padahal uang yang digelapkan mencapai 6,7 Trilyun, sementara ada mantan pimpinan BI yang dihukum 5 thn penjara sbg bentuk pertangungg jawaban penyalahgunaan dana yayasan BI sebesar 100 Milyar.
Padahal di Vietnam sana, presidennya memecat seluruh petinggi Departemen Perhubungan dan menggantinya dengan orang2 baru karena ketahuan korupsii dalam pengadaan infrasruktur di Vietnam. Di China lebih ganas lagi, pejabat yang ketahuan korupsi, maka anak dan istrinya turut pula di hukum mati sebagai efek jera untuk mereka yang berniat korupsi. Suatu langkah yang luar biasa dari China, maka tak heran kalau negara ini bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 10%, karena memang negara itu tegas dlm pemberantasan korupsi. Di negeri ini malah sebaliknya, ada lembaga yyang berniat untuk membersihkan 'tikus-tikus binal' tak tahu diuntung dari negeri ini, tapi sang lembaga malah ingin dilemahkan dengan berbagai macam skenario tak beradab.
Banyak cara yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tak senang dengan keberadaan lembaga ini, ketika sang ketua berniat untuk menyelidiki pengadaan IT oleh KPU, sang ketua malah dijebloskan ke penjara dengan alasan terlibat kasus pembunuhan berencana. ketika wakil2na berniat untuk menyelidiki dugaan penyelewengan Century, para wakil ketua tsb malah ditahan dgn tuduhan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang tak masuk logika.
Dan kerumitan-kerumitan kasus kasus tersebut dengan sukses mengalihkan perhatian publik dari prgram 100 hari pemerintah. Tidak ada yang memperhatikan apakah target peneingkatan ekonomi tercapai atau tidak, Tidak ada yang memperhatikan proses pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW yang kini malah tersendat, sehingga rakyat masih mengalami pemadaman bergilir. Tidak ada yang memperhatikan proses legisasi UU Lalu lintas hingga UU tsb disahkan, padahal denda untuk pelanggaran naik hingga 10 kali lipat dari sebelumnya. Dagelan politik tak bermutu dengan suksesnya berhasil mengalihkan publik dari persoalan persoalan lain yang tak kalah pentingnya untuk mendapatkan sorotan publik.
Akhirnya, walaupun yang membaca notes saya bosan dengan isi notes yang tak jauh dari korupsi dan kebobrokan lainnya, walaupun yang membaca notes saya tidak setuju dengan isi notes ini, korupsi harus kita pantau dan tentu saja saya tak akan bosan untuk mengungkapkannya, karena hanya inilah yang rakyat kecil bisa lakukan, karena rakyat kecil tak akan memiliki kekuasaan layaknya presiden untuk memerintahkan aparat penegak hukum supaya memeriksa nama-nama yang disebut pada rekaman ANggodo.
Karena rakyat kecil hanya bisa berteriak dalam sepi mengharapkan ketidakadilan segera berganti dengan keadilan. dagelan segera berganti dengan kenyataan. dan harapan segera berganti dengan pelaksanaan.
ketika diam tak kunjung menjawab semua persoalan, apakah kita mesti bergerak ke jalanan?? menreriakkan dengan lantang tentang arti keadilan?? keadilan yang tak kunjung didapatkan, karena rakyat kehilangan sebuah harapan, dari penguasa yang kehilangan perasaan...
der Dunkelheit's Fan Box
KafeBlogger.com
Mengenai Saya
- iman krisman
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- orang yang tidak oportunis, optimis, dan tidak borjuis

