Sabtu, 31 Januari 2009

Iklan Politik

2009 memang tahun yang penuh dengan dinamika politik. Di rumah gw langganan dua Koran, yang pertama untuk nasional gw langganan KOMPAS. Sementara untuk tingkat local gw langganan Seputar Indonesia (SINDO) edisi Jawa Barat. Yang gw lihat, banyak sekali iklan-iklan politik yang begitu bertebarannya di media-media tersebut. Pada KOMPAS edisi Kamis, 29 Januari 2009, pada 3 halaman awal ga lihat ada iklan politik dari Megawati. Dalam iklannya tersebut sangat kental sekali penyerangan untuk kubu SBY. Dalam iklan itu, bunyinya kaya gini: “Turunnya BBM 3x bukan prestasi pemerintah, tapi hasil otomatis turunnya minyak dunia. Dari pada mengklaim yang bukan prestasinya, jauh lebih sehat pemerintah mengakui kegagalannya untuk empat hal yang sangat mendasar di bidang ekonomi. Bla-bla-bla, dsb”. (Lengkapnya bisa dilihat di Koran KOMPAS). Oh My God! Iklannya buset banget dah..! langsung ke inti permasalahan tanpa tedeng aling-aling. Nah, ceritan pun berlanjut, gw lanjutin baca Koran hingga sampailah di 2 halaman terakhir. Eh… ternyata ada iklan SBY disana yang mengemukakan berbagai macam kesuksesan pemerintahannya dengan dilengkapi dengan berbagai macam data-data. Mulai dari harga BBM yang udah turun 3x sampai swasembada beras. Gw ketawa lagi dah…! Inilah poltik bung…! Saling serang klaim.

Cuman yang patut kita kritisi disini adalah bahwa kesuksesan yang telah diraih pada pemerintahan SBY kemarin bukanlah hak milik Partai Demokrat semata. Tapi kesuksesan tersebut merupakan kesuksesan koalisi dari berbagai macam partai. Perlu diketahui bahwa di dalam pemerintahan SBY-JK, didukung oleh berbagai macam partai misalnya PAN (Hatta Rajasa-mensesneg), PKS (Adhyaksa Dault-menpora, anton apriyantono-mentan, dan menpera), PBB (MS Kaban-menhut), PPP (Suryadharma ali-menKUKM), Golkar (Paskah suzzeta-bappenas, dll), PKB (Erman suparno-menakertrans), PKPI (Meutia Hatta-menpemberdayaan perempuan), dan banyak lagi menteri-menteri lainnya selain menteri2 dari democrat sendiri. Jadi artinya kesuksesan pemerintahan bukanlah klaim satu partai saja, tapi merupakan klaim seluruh organ pemerintahan SBY-JK. Jadi kalau misalnya klaim SBY sukses dalam pemerintahan hanya didengungkan oleh Demokrat, gw rasa nggak fair, karena kesuksesan itu kan hasil kerja keras bersama-sama koq.

Ada lagi hal yang menarik, pada waktu pemerintah menaikkan harga BBM yang mengumumkannya adalah menkeu Sri Mulyani dan rengrengannya. Dalam konferensi pers disana disebutkan bahwa keputusan pemerintah menaikkan harga BBM adalah kesepakatan seluruh cabinet. Jadi artinya seluruh partai pendukung pemerintah (kecuali PDIP yang memang memposisikan dirinya sebagai oposisi) mendukung kenaikan harga bbm, artinya lagi partai2 itu turut bertanggungjawab atas kenaikan harga bbm tsb. Namun ketika harga bbm diturunkan hingga 3x yang mengumumkannya ya langsung Presiden SBY, di istana presiden pula. Ketika beredar iklan-iklan di media massa mengenai turunnya harga bbm yang mencapai 3x, hal ini hanya di klaim oleh partai democrat saja. Kan aneh.!

Ketika bbm naik yang bertanggung jawab adalah seluruh partai pendukung pemerintah, sementara ketika bbm turun yang mengklaimnya hanya partai democrat saja. Ini kan ga fair! Tapi yah itu kan hanya iklan saja. Semoga saja rakyat Indonesia sudah semakin kritis dengan iklan-iklan yang tayang di media massa. Jadi ketika disodorkan data-data, masyarakat pun bisa mengkritisi data-data tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar