Selasa, 10 Februari 2009

Ada apa dibalik Film BCG??

Pada pertengahan tahun 2005, beredar film Buruan Cium Gue yang sangat controversial di tengh masyarakat. Reaksi pun berlangsung panas. Berbagai pihak saling melempar pendapatnya. Ada yang pro dan yang kontra.. Bagi yang kontra mereka beranggapan adegan seperti itu tidak cocok bagi kita yang menganut adat ketimuran yang penuh dengan norma-norma dan perilaku santun. Bagaimana nggak buat tubuh kita nyur-nyuran panas dingin, lihat adegan sepasang remaja yang berciuman mesra di lapangan basket yang merupakan tempat umum? Apalagi itu bukan ciuman biasa/ciuman ungkapan sayang, melainkan wet kiss (ciuman basah) atau french kiss yang biasanya terdapat dalam film-film biru luar negeri, dan ujung-ujungnya selalu berakhir dengan hubungan suami-istri. Sedangkan bagi yang pro, adegan itu merupakan adegan yang biasa saja. Karena itu merupakan ungkapan sayang seorang lelaki kepada pacarnya. Betulkah seperti itu? Ataukah ada hal lain daripada sekedar adegan ciuman.
Diluar dari pro dan kontra soal film itu, sebaiknya kita kritis terhadap persoalan tersebut. Menurut sutradara BCG, pesan dari film itu adalah untuk mengungkapkan keadaan remaja sekarang ini. Kita lihat pada fakta sekarang ini, ciuman itu sudah merupakan hal yang lumrah bagi sebagian orang yang sudah teracuni faham liberalisme. Dan itu memang kenyataan. Namun hal itu jangan dijadikan sebagai sebuah justifikasi bahwa yang dilakukan dalam film BCG merupakan sesuatu yang sah-sah saja. Para filmmaker harus memikirkan dampak buruk terutama moral dari film yang ditayangkannya. Hal inilah yang biasanya luput dari perhatian pembuat film.
Selain itu, tidak hanya pembuat film BCG saja yang salah. Masyarakat juga yang salah. Kenapa tidak dari dulu menolak adegan film yang menjurus pada eksploitasi seks. Padahal kita tahu, banyak film-film Indonesia yang menjurus pada eksploitasi seks. Seperti AADC, Arisan, Cinta 24 Karat, dan film-film dulu yang banyak membuat “bulu kuduk merinding”. Kenapa baru sekarang? Memang rakyat Indonesia tingkat sensitivitasnya berbeda-beda setiap waktunya. Sehingga saat ini, begitu film BCG tampil, maka mereka langsung bereaksi keras menolak ditayangkannya film tersebut. Tapi ketika film Arisan ditayangkan, eh masyarakat kita adem ayem aja.
Sukar memang menentukan siapa yang salah dalam hal ini, karena begitu kompleksnya factor-faktor yang menyebabkan moral remaja menjadi rusak seperti itu. Tapi yang pasti, ciuman merupakan hal yang sacral yang menyangkut cinta sejati sepasang manusia, dan yang paling utama hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri yang diikat oleh tali pernikahan.
Disadari atau tidak, sebenarnya para pemain film yang melakukan adegan ciuman mesra (bahkan berulangkali karena sering di-cut), telah melakukan kegiatan yang telah mengganggu kesehatan. Karena dilakukan tidak sesuai dengan waktunya (di luar pernikahan). Kalau kita membaca buku-buku pendidikan seks, maka disana akan didapat bahasan mengenai ciuman, yang sebenarnya merupakan kegiatan yang tidak sehat.
Banyak peristiwa yang terjadi dibalik menempelnya dua pasang bibir yang saling bersentuhan itu, baik itu fisik maupun psikis. Mengapa begitu banyak peristiwa yang terjadi? Karena ciuman itu merupakan peristiwa kimia yang menyangkut kepribadian. Begitu banyaknya peristiwa yang terjadi, sehingga ciuman itu merupakan sesuatu yang sacral bagi sebagian orang. Salah satunya bahwa ciuman dapat memendekkan umur.
Secara biologis, pada saat berciuman, kelenjar-kelenjar tyroid menjadi aktif. Detak jantung pun menjadi cepat, tekanan darah meningkat dan denyut nadi pun kian sering. (makanya seseorang yang berciuman terlihat ngos-ngosan). Selain itu, produksi glukosa (zat gula) meninggi. Sebaliknya produksi insulin terhenti. Padahal hormon yang dihasilkan dari pancreas ini untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Gejala-gejala tersebut mirip dengan apa yang dialami oleh seseorang yang sedang stress. Karena kondisi biologis yang kacau beliau seperti itu, umur pasangan yang berciuman berkurang sekitar 3 menit.
Ciuman juga merupakan aktivitas yang tergolong baik dalam hal pertukaran bakteri dan virus. Beberapa penelitian menyebutkan, bahwa dlm sekali ciuman tak kurang dari 250 jenis bakteri dan virus berpindah tempat. Sedangkan jumlahnya bisa mencapai jutaan. Kita semua tahu bahwa makhluk kasat mata ini merupakan penyebar penyakit yang paling ampuh. Apalagi jika dalam kumpulan bakteri tersebut terdapat bakteri pathogen yang memiliki daya mematikan cukup tinggi.
Hal-hal seperti itu memang jarang dipikirkan orang. Namun, kita sebagai generasi muda, harusnya memiliki tingkat kekritisan yang tinggi dalam menghadapi masalah. Namun, diluar daripada itu semua, disadari atau tidak berciuman dapat memacu atau menjuruskan kita ke arah yang lebih ekstrim lagi, yaitu melakukan hubungan seksual. Ketika kita melakukan ciuman, maka detak jantung menjadi cepat yang artinya kita berada dalam emosi yang tidak stabil, dan hal ini dapat mengakibatkan control diri kita menjadi sangat berkurang, sehingga hal-hal yang dilarang oleh norma agama dan oleh norma social menjadi tidak bisa kita control lagi, dan akibatnya terjadilah ‘kecelakaan’ itu. Dan jika itu semua telah terjadi, mungkin yang ada hanyalah penyesalan.
Makanya bohong banget kalau ada yang mengatakan kalau adegan berciuman pada saat syuting, tidak mengundang gairah birahi. Walau bagaimana pun yang namanya manusia pasti punya nafsu. Jadi tidak mungkin ada dalih profesionalisme dalam melakukan adegan berciuman. Alih-alih berciuman dengan dalih profesionalisme kerja (acting), yang ada hanyalah eksploitasi seksual semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar